Pemerintah Belum Implementasikan Pancasila Secara Total

Posted on 2 Juni 2015

0


pemerintah-belum-implementasikan-pancasila-secara-total

Setelah 32 tahun lebih, Pancasila dapat kembali ke sejarahnya yakni lahir pada 1 Juni 1945. Sebab, di bawah Orde Baru, Pancasila yang lahir 1 Juni dilupakan.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Twedy Noviady Ginting mengatakan, ada yang lebih penting ketimbang kembalinya hari lahir Pancasila ke akar sejarahnya.

“Yakni‎ kegundahan implementasi nilai-nilai Pancasila pada kehidupan bernegara dan berbangsa saat ini,” kata dia saat diskusi bertema “Mahasiswa Bicara Pancasila: Implementasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” di Gedung Joeang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).

Dijelaskannya, ada banyak faktor Pancasila belum diimplementasikan dengan total. Salah satunya dari pemerintahan sendiri. Misalnya selama Orde Baru berkuasa, pemerintah menyalahgunakan Pancasila untuk kepentingan kekuasaan.

“Karenanya, paska-reformasi, kekeringan ideologi memunculkan kembali kebutuhan dasar negara terhadap Pancasila,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah sebagai instrumen yang seharusnya bisa menerapkan nilai Pancasila belum kunjung menjalankannya.

“Misalnya, lihat saja lewat undang-undang dan kebijakan-kebijakannya yang makin liberal dan jauh dari nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintahan Jokowi harus mulai kembali menjalankan Pancasila secara utuh sebagai dasar fundamental dibuatnya kebijakan-kebijakan‎ dan undang-undang.

“Pancasila masih di atas awan, ngawang-ngawang dan belum membumi. Padahal, Pancasila adalah harta karun. Sudah saatnya pemerintah meletakkannya pada posisi yang sejatinya. Jangan melakukan sesuatu yang perilaku produk kebijakannya sangat-sangat kapitalis tetapi berbungkus Pancasila,” sindirnya.

Ditandai:
Posted in: Nasional, News