Review Fast & Furious 7 Tribute untuk Paul Walker

Posted on 2 April 2015

0


Review-Fast-Furious-7-Tribute-untuk-Paul-Walker

Yang harus dipahami bersama terlebih dahulu adalah Fast & Furious 7 sebetulnya sebuah film yang tak membutuhkan sebuah ulasan atau resensi film. Jika resensi berarti menjadi bahan pertimbangan calon penonton untuk menonton sebuah film, maka mengulas Fast & Furious 7 sejatinya sebuah langkah sia-sia.

Sebab, bagaimanapun seorang pengulas memperingatkan untuk menghindari film ini, penonton akan tetap membludak. Ibarat mobil anti peluru, Fast & Furious 7 adalah film anti kritik.

Fast & Furious 7 sudah bukan lagi menjelma sebagai sekadar sebuah film. Franchise ini sudah begitu dicintai penduduk Bumi. Kehadirannya di bioskop menjadi sebuah peristiwa sinema, a cinematic event, yang wajib dirayakan pecinta film baik pria dan wanita.

Penonton pria dihibur aksi kejar-kejaran mobil, tembakan dan baku hantam khas film aksi, plus cewek-cewek seksi bersliweran. Yang wanita dihibur oleh pemeran-pemeran pria yang macho sekaligus penyayang keluarga.

Film Fast & Furious 6, memberi arti lebih bagi kita di Indonesia lantaran ada aktor Joe Taslim ikut main dan punya peran penting di film.

Namun yang membuat film ketujuh kemudian lebih dari sekadar film adalah kematian tragis salah satu bintangnya, Paul Walker pada November 2013 saat filmnya belum rampung dibuat.

Kematian Paul Walker yang mendadak akibat kecelakaan mobil membuat publik terhenyak. Ia seorang aktor yang bereputasi baik, murah hati dan dermawan, serta tak pernah masuk laman gosip Hollywood karena berulah.

Selama satu setengah tahun ini kemudian kita masih berduka dan mungkin masih setengah tak percaya Paul Walker telah tiada.

Dan ketika Fast & Furious 7 rilis di bioskop, kita—penggemar franchise ini sekaligus yang masih merasa amat kehilangan aktor kesayangan kita—seperti punya kewajiban moral untuk datang ke bioskop menontonnya.

Dari sini filmnya tak lagi sekadar film. Datang ke bioskop menonton Fast & Furious 7 adalah sebuah acara–yang diistilahkan dalam bahasa Inggris sebagai–“memorial service”, untuk mengenang kepergian orang yang kita cintai, sambil merayakan kenangan manis kita saat bersamanya.

Itu sebabnya, Fast & Furious 7 adalah sebuah film anti kritik. Menonton filmnya di bioskop seperti menziarahi makam Paul Walker. Seorang pengulas film tak punya cukup kekuatan mencegah orang berziarah.

***

Maka, pertanyaan yang kemudian paling ingin diketahui para “peziarah” (baca: penonton) Fast & Furious 7 adalah bagaimana film ini memperlakukan kepergian Paul Walker yang mereka cintai?

Posted in: Entertainment, Movie