Polisi Militer Angkatan Laut Gagalkan Peredaran Black Dollar

Posted on 16 Maret 2015

0


Polisi-Militer-Angkatan-Laut-Gagalkan-Peredaran-Black-Dollar

Berawal dari penangkapan terhadap perwira TNI Angkatan Laut dalam penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, pusat Polisi Militer Angkatan Laut berhasil menggagalkan peredaran black dollar.

Hal itu diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada acara serah terima barang bukti kepada Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Jumat (13/3), di Markas Komando Pusat Polisi Militer TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta.

“Kasus ini terungkap dari penggerebekan tim Detasemen Intelijen Armada RI Kawasan Barat dan anggota Polisi Militer Angkatan Laut Pangkalan Utama TNI AL (Pomal Lantamal) III di rumah Mayor Zait Djoko Utomo pada penggerebekan 4 Maret,” kata Moeldoko.

Sebelum ditemukan black dollar, Zait diikuti dari diskotek hingga digerebek di rumahnya. “Selama ini kami mengontrol dan memantau anggota. Jadi, pasti ketahuan kalau ada yang macam-macam. Ternyata benar Zait pakai sabu,” kata Komandan Satuan Tugas Tim Penyidik Pomal Kolonel S Irawan.

Penyidik Pomal mendapatkan barang bukti berupa ribuan lembar black dollar dari rumah Zait. Uang tersebut dititipkan oleh dua warga sipil asal Bali. “Barang bukti itu didapatkan Zait dari I Made Gede, suruhan seorang wanita, Ketut Srianing,” ujar Moeldoko.

Black dollar adalah mata uang asing palsu, bisa dalam bentuk dollar ataupun mata uang lain. Black dollar digunakan dalam penipuan, di mana korban diyakinkan mendapat tumpukan uang diwarnai hitam agar bisa lolos dari pemeriksaan di bandara. Jika uang dicuci akan kembali berwarna normal. Di antara tumpukan uang palsu diselip uang dollar asli sehingga korban yakin bahwa semua uang di tumpukan itu adalah asli.

Irawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif dari penitipan black dollar kepada Zait. Uang tersebut ditaruh dalam empat kotak. “Made Gede dan Ketut Srianing kami tangkap pada 6 Maret,” katanya.

Sebanyak 6.900 lembar black dollar ditemukan dalam bentuk pecahan 100 dollar AS. Barang bukti lain yang diserahkan ke Polri adalah sabu, alat isap, dan suntikan. Dua tersangka sipil juga diserahkan oleh Pomal TNI kepada Bareskrim.

Dalam serah terima, tersangka dari pihak TNI dan warga sipil tidak dihadirkan. Tampak di antara pejabat TNI dan Polri yang hadir dalam acara ini adalah Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Wakil KSAL Laksda Widodo.

Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih mendalam. “Kalau melibatkan TNI, penyidikan dilakukan POM TNI. Tetapi, kalau warga sipil, harus disidik oleh kepolisian,” ujarnya.

Ditandai:
Posted in: Nasional, News