Kronologi Pelecehan Seksual Yang Dialami Tegar di Malaysia

Posted on 12 Maret 2015

0


Kronologi-Pelecehan-Seksual-Yang-Dialami-Tegar-di-Malaysia

Penyanyi cilik, Tegar Septian secara mengejutkan mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh manajer-nya, Muhammad Arif Dollah. Aksi tersebut dilakukan Arif di Malaysia, ketika Tegar mengadakan konser di sana.

Seusai show, anehnya Tegar dilarang langsung pulang oleh Arif. Pelantun lagu Aku Yang Dulu Bukan Yang Sekarang ini juga tidak diperbolehkan menghubungi orang tuanya dengan berbagai macam alasan. Tegar sendiri bingung dengan keadaannya waktu itu.

“Udah beberapa hari (di Malaysia), Tegar mau sms bapak tapi Kak Arif bilang nggak ada pulsa lah, nggak ada baterai, nggak ada wifi, lagi meeting dulu. Gimana mau hubungin bapak, susah,” kenang Tegar saat jumpa pers di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada (11/3)

Selama di Malaysia itulah pelecehan seksual terjadi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Tegar hanya boleh memakai celana dalam saat tidur sampai sang manager juga ikut mandi bareng Tegar. Kurang lebih 2 bulan di Malaysia tidak ada kabar, keluarga dan label akhirnya curiga.

“Tegar pergi ke Malaysia akhir Oktober atau awal November gitu, label mengetahui itu. Tapi, Arif selalu bilang extend (di Malaysia) padahal show sudah selesai. Pertengahan Novemeber WhatsApp saya nggak dibalas (Arif). Cari di Twitter, Twitter saya di block. Orang tua Tegar telpon ke Pak Handoko (owner Harpa Record) menanyakan anaknya ke mana, itu membuat kita panik. Atas inisiatif sendiri, Pak Handoko akhirnya terbang ke Malaysia. Coba hubungin Arif nggak bisa, akhirnya di Malaysia kita sebar isu kalau Arif nggak balas kontak akan dilaporkan ke polisi. Keesokan harinya Arif baru bisa dihubungi,” ujar Donald Dewa Kusumo perwakilan dari label Harpa Record.

Pada tanggal 23 Januari akhirnya Tegar pulang ke Indonesia dan dijemput Bapaknya dan tim dari label di bandara. Kebetulan hari itu ia juga harus menghadiri sebuah acara penghargaan di salah satu stasiun televisi. Malamnya, Tegar langsung pulang ke kampung halamannya, Subang dan di sana Tegar menceritakan kejadian yang dialaminya di Malaysia. Tindakan selanjutnya, Tegar dibantu Komnas PA akan melaporkan kasus ini ke Polisi.

Ditandai: